INTERAKSI
Interaksi
merupakan sebuah proses kegiatan yang menghubungkan 2 hal atau lebih yang juga
adalah proses yang terjadi didalam komunikasi, dalam hal ini interaksi yang
dimaksud adalah interaksi manusia dengan computer, lebih spesifik yaitu
interaksi dengan perangkat teknologi, baik perangkat keras ataupun perangkat
lunak, dalam psosesnya interaksi manusia dengan computer terjadi banyak
aktifitas yang melibatkan:
ü Kemampuan
manusia
Pada tahap ini terjadi interaksi
maunsia dengan computer berdasarkan tingkat sumberdaya manusia dan kebutuhan
penggunaan, ada yang berinteraksi sebagai user yang melakukan aktifitas yang
dianggap penting dan sesuai tinggat kemampuan, ada juga yang berinteraksi
sebagai developer dimana orang tersebut memikirkan segala cara untuk mengembangkan
perkembangan ternologi dengan menemukan dan mengaplikasin ide demi lebih mudahnya penggunaan teknologi
terkait.
ü Evaluasi
tanpa user
Interaksi pada tahap ini lebih
mengarah pada pengembangan dan perbaikan terhadap kesalahan kesalahan yang
terjadi ataupun menambah fitur fitur tertentu berdasar kebutuhan demi lebih
mudahnya penggunaan termasuk dari tingkat efisiensi perangkat tersebut.
ü Design
Mendesign perangkat teknologi perlu
mempertimbangkan berbagai factor, selain tingkat ergonomic yang fleksible
berdasar sampling sampling, juga perlu mempertimbangkan perkembagan social dan
budaya user.
ü Dialog
dan interaksi
Dialog dan interaksi merupakan suatu
proses yang tidak bisa dipisahkan, disinilah teknologi itu akan dinilai. Baik
buruknya kurang lebihnya optimal tidaknya akan terasa dan terjumpai oleh user
karena setiap user memiliki sudut pandang masing masing, oleh karena itu
perkembangan teknologi tidak pernah berhenti.
ü Evaluasi
dengan user
Evaluasi pada tingkat ini dilakukan
bersama dengan user, dengan tujuan memberikan kepuasan lebih dengan
mengembangkan efisiensi dan ergonomic perangkat se-optimal mungkin.
v PARADIGMA
DAN PRINSIP PENGGUNAAN
ü Introduksi/Pengenalan
Seperti yang kita perhatikan,
tujuan utama dari sistem interaksi adalah membuat user mencapai tujuan tertentu
dalam suatu domain aplikasi. Karenanya, sistem interaktif harus mudah
digunakan. Desainer sebuah sistem interaktif dihadapkan pada dua pertanyaan
terbuka:
-
Bagaimana sistem interaktif dapat dikembangkan untuk menjamin
kemudahan penggunanya?
-
Bagaimana kebergunaan disebuah sistem interaktif dapat
didemonstrasikan atau diukur?
Ada
dua pendekatan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Yang pertama adalah
menggunakan contoh, yang mana sistem interaktif yang sukses secara umum dipercaya
dapat meningkatkan kebergunaan dan karenanya cocok sehingga paradigma untuk
pengembangan dari produk yang akan datang. Pendekatan kedua lebih digerakkan
secara teoritis, berasal dari prinsip-prinsip abstrak untuk interaksi efektif
dari aspek-aspek pengetahuan psikologi,
komputasi, dan sosiologi dari domain masalah. Prinsip-prinsip ini menentukan
desain-desain dan evaluasi produk dari permulaannya.
Perbedaan
antara paradigma-paradigma dan prinsip-prinsip adalah sebuah refleksi yang
penting dalam sejarah HCI sebagai sebuah disiplin ilmu. Kita percaya bahwa kita
sekarang membangun sistem interaktif yang lebih mudah digunakan daripada yang
pernah di buat sebelumnya di masa lalu. Kita juga percaya bahwa ada ruang yang
banyak untu peningkatan dalam mendesain sistem yang lebih mudah dipakai di masa
yang akan datang. Kemajuan-kemajuan besar dalam teknologi komputer telah
meningkatkan tenaga dari mesin, memprtinggi band width dari komunikasi antara
manusia dan komputer. Akan tetapi, dampak dari teknologi itu sendiri tidak
cukup untuk meningkatkan kebergunaannya, sebagaimana mesin dari kami menjadi
lebih bertenaga. Kunci untuk meningkatkan kebergunaannya adalah berasal dari
aplikasi yang kreatif dan seksama dari teknologi untuk mengakomodasi dan
menambah kekuatan manusia.
Paradigma untuk interaksi memiliki
ketergantungan untuk sebagian besar di atas perkembangan-perkembangan teknologi
dan aplikasi-aplikasi kreatif untuk meningkatkan interaksi. Prinsip-prinsip
untuk interaksi tidak tergantung pada teknologi, tapi tergantung pada jangkauan
yang lebih besar dari pemakaian yang lebih mendalam pada elemen manusianya
dalam interaksi.
Pengembangan kreatif dari paradigma untuk
interaksi yang kita diskusikan pada bagian
ü Untuk alasan utama kita
membuat sistem yang lebih mudah digunakan sekarang.
Problem-problem
dengan paradigma-paradigma di atas adalh behwa mereka sangat jarang
didefinisikan. Adalah tak jelas bagaimana mereka mendukung seorang user untuk
menyelesaikan beberapa tugas. Sebagai hasilnya adalah mungkin penggunaan yang
berulang-ulang dari beberapa paradigma tidak akan menghasilkan desain sistem
yang lebih mudah dipakai. Sumber dari prinsip-prinsip untuk interaksi
didskusika di bagian 4.3. Biasanya muncul dari kebutuan untuk menjelaskan
mengapa sebuah paradigma berhasil dan dan ketika mungkin tidak berhasil.
Prinsip-prinsip bisa menyediakan kemampuan untuk mengulang paradigma yang tidak
bisa menyediakannya. Bagaimanapun dalam mendefinisikan prinsip-prinsip ini
adalah terlalu mudah untuk menyediakan definisi-definisi umum dan abstrak yang
tidak terlalu berguna bagi desainer. Karenanya, masa depan dari desain sistem
interaktif bergantung pada sebuah pendekatan yang saling melengkap. Kreatifitas
yang memberikan peningkatan pada paradigma-paradigma baru seharusnya diperkuat
dengan pengembangan dari sebuah teori yang menyediakan prinsip-prinsip untuk
mendukung paradigma dalam aplikasinya yang diulang-ulang.
Seperti yang telah katakan, kemampuan terbesar dalam HCI
berasal dari desain yang interaktif dan bersifat menyelidiki. Dalam bagian
ini kami menyelidiki beberapa dari perkembangan-perkembangan prinsipal dalam
desain interaktif. Yang penting disini adalah bahwa teknik-teknik dan
desain-desain yang disebutkan adalah telah dikenal sebagai peningkatan besar
dalam interaksi, walaupun kadang-kadang adalah sulit untuk menemukan sebuah
konsensus untuk alasan dibalik kesuksesannya.
Kita akan mendiskusikan 2 paradigma yang berbeda 11
paradigma yang berbeda dalam bagian ini. Mereka tidak menyediakan
kategori-kategori yang eksklusif. Sebagaimana sistem-sistem tertentu akan
sering menggabungkan ide-ide yang lebih dari satu paradigma-paradigma berikut.
Dalam sebuah cara, bagian ini berfungsi sebagai sejarah diperkembangan sistem
interaktif, walaupun penekanan kami adalah tidak pada ketepatan sejarah
sebagaimana pada inovasi interaktif. Kami peduli pada pengembangan dalam
interaksi yang disediakan oleh setiap paradigma.
v STUDI
KASUS
Menganalisa Design dan Fungsi
Sepeda Motor
Sepeda
motor dikembangkan dari teknologi sepeda yang tidak bermesin (manual) sampai
yang bermesin. Dalam penggunaannya sangat memudahkan user untuk bepergian,
dengan meminimalis waktu dan tenaga, meskipun kurva biaya menjadi lebih tinggi.
Walaupun demikian sepeda motor tetaplah merupakan sebuah inovasi yang sangat
bermanfaat.
v Design
Mulai
dari handle sampai rem motor disesain demi kemudahan pengguna, disesuikan
dengan budaya dan kebiasaan masyarakat, dengan demikian fungsi dari teknologi
ini dapat digunakan dengan maksimal.








No comments:
Post a Comment